lama sekali tak menulis di sini. bukan karena saya tak menulis lagi. tidak. saya masih menulis. dan tentu saja akan masih terus menulis. hanya saya untuk bisa menulis di sini, rasanya kok butuh energi yang lebih banyak lagi. saya sudah tua. sudah waktunya tidak lagi menulis caci maki, sumpah serapah, racau igau, dan hal-hal yang sebetulnya hanyalah tumpahan kekesalan saya, atau bahkan bentuk kemarahan saya. maka dari itu, saya sepertinya akan memutuskan untuk menulis sesuatu yang lebih bersahaja, lebih bermakna, dan agar kelak anak saya bisa membacanya tanpa mengerutkan kening dan berkata; oh, jadi ibu saya dulu seperti ini ya... hehehe... untuk itu pula, saya punya rumah baru, meski sederhana, agar tidak menyatu dengan halaman-halaman hitam ini. bagi yang masih ingin membaca tulisan-tulisan saya, silahkan buka: karena menjadi ibu itu indah
Mei 29, 2012
rumah baru
lama sekali tak menulis di sini. bukan karena saya tak menulis lagi. tidak. saya masih menulis. dan tentu saja akan masih terus menulis. hanya saya untuk bisa menulis di sini, rasanya kok butuh energi yang lebih banyak lagi. saya sudah tua. sudah waktunya tidak lagi menulis caci maki, sumpah serapah, racau igau, dan hal-hal yang sebetulnya hanyalah tumpahan kekesalan saya, atau bahkan bentuk kemarahan saya. maka dari itu, saya sepertinya akan memutuskan untuk menulis sesuatu yang lebih bersahaja, lebih bermakna, dan agar kelak anak saya bisa membacanya tanpa mengerutkan kening dan berkata; oh, jadi ibu saya dulu seperti ini ya... hehehe... untuk itu pula, saya punya rumah baru, meski sederhana, agar tidak menyatu dengan halaman-halaman hitam ini. bagi yang masih ingin membaca tulisan-tulisan saya, silahkan buka: karena menjadi ibu itu indah
lama sekali tak menulis di sini. bukan karena saya tak menulis lagi. tidak. saya masih menulis. dan tentu saja akan masih terus menulis. hanya saya untuk bisa menulis di sini, rasanya kok butuh energi yang lebih banyak lagi. saya sudah tua. sudah waktunya tidak lagi menulis caci maki, sumpah serapah, racau igau, dan hal-hal yang sebetulnya hanyalah tumpahan kekesalan saya, atau bahkan bentuk kemarahan saya. maka dari itu, saya sepertinya akan memutuskan untuk menulis sesuatu yang lebih bersahaja, lebih bermakna, dan agar kelak anak saya bisa membacanya tanpa mengerutkan kening dan berkata; oh, jadi ibu saya dulu seperti ini ya... hehehe... untuk itu pula, saya punya rumah baru, meski sederhana, agar tidak menyatu dengan halaman-halaman hitam ini. bagi yang masih ingin membaca tulisan-tulisan saya, silahkan buka: karena menjadi ibu itu indah
Oktober 14, 2011
cahaya
di rumah ini, kita menumbuhkan cahaya, kekasih
kelak ia akan menjadi matahari yang lain. rembulan yang lain
lalu siang dan malam kita semakin sempurna
di rumah ini, kita menumbuhkan cahaya, kekasih
kelak ia akan menjadi matahari yang lain. rembulan yang lain
lalu siang dan malam kita semakin sempurna
Oktober 11, 2011
perjalanan memahami musim
1
sepanjang musim yang asing ini, kekasih
aku mencari cara memahami cuaca
namun cuaca, ia sepertimu, tak tertebak
aku terjebak di antara musim asing
di antara runcing angin dan terik matahari
2
telah lama kurindukan perjalanan, kekasih
menyusur kota-kota, menyusun kata-kata
namun jalan-jalan seolah menutup diri
tak ada celah untuk melangkah
3
hanya dalam kamar ini, kekasih
seluruh dinding menjadi pintu
terbuka bagi setiap perjalanan
dan musim tak lagi asing
1
sepanjang musim yang asing ini, kekasih
aku mencari cara memahami cuaca
namun cuaca, ia sepertimu, tak tertebak
aku terjebak di antara musim asing
di antara runcing angin dan terik matahari
2
telah lama kurindukan perjalanan, kekasih
menyusur kota-kota, menyusun kata-kata
namun jalan-jalan seolah menutup diri
tak ada celah untuk melangkah
3
hanya dalam kamar ini, kekasih
seluruh dinding menjadi pintu
terbuka bagi setiap perjalanan
dan musim tak lagi asing
2011
Oktober 03, 2011
cinta
lama sekali saya tak menulis di sini. padahal dulu, dulu sekali, ruang ini adalah rumah kedua bagi saya. rumah tempat segala keluh-kesah tumpah. saya jarang sekali bicara tentang hidup yang saya jalani terhadap banyak orang. mungkin hanya beberapa saja orang yang tahu bagaimana kehidupan saya yang sebenarnya. dan ruang inilah yang sebetulnya sangat memahami betul bagaimana kondisi perasaan dan mood saya.
banyak peristiwa saya lewati, dan tak ada satu pun yang luput saya tuliskan, meski tentu saja dengan bahasa yang kadang-kadang hanya dimengerti oleh saya sendiri. saya paling suka menulis di sini ketika selesai melakukan perjalanan panjang atau ketika emosi saya sedang tidak stabil. di sinilah saya menuliskan banyak hal: kemarahan, kesedihan, cinta, kebencian, dan hal-hal yang kadang-kadang tidak penting dituliskan.
saat ini, saya masih merasa rumah ini sebagai rumah kedua saya. namun nyatanya, saya selalu saja tak punya cukup waktu untuk membenahi serta menatanya. mungkin besok, jika anak semata wayang saya sudah mulai belajar mandiri, saya akan kembali menata ruang ini. sebab saya merindukan banyak hal yang biasa saya lakukan di sini.
untuk saat ini, saya hanya bisa menulis ini saja. saya mencintai ruang ini sama halnya seperti saya mencintai diri saya sendiri.
lama sekali saya tak menulis di sini. padahal dulu, dulu sekali, ruang ini adalah rumah kedua bagi saya. rumah tempat segala keluh-kesah tumpah. saya jarang sekali bicara tentang hidup yang saya jalani terhadap banyak orang. mungkin hanya beberapa saja orang yang tahu bagaimana kehidupan saya yang sebenarnya. dan ruang inilah yang sebetulnya sangat memahami betul bagaimana kondisi perasaan dan mood saya.
banyak peristiwa saya lewati, dan tak ada satu pun yang luput saya tuliskan, meski tentu saja dengan bahasa yang kadang-kadang hanya dimengerti oleh saya sendiri. saya paling suka menulis di sini ketika selesai melakukan perjalanan panjang atau ketika emosi saya sedang tidak stabil. di sinilah saya menuliskan banyak hal: kemarahan, kesedihan, cinta, kebencian, dan hal-hal yang kadang-kadang tidak penting dituliskan.
saat ini, saya masih merasa rumah ini sebagai rumah kedua saya. namun nyatanya, saya selalu saja tak punya cukup waktu untuk membenahi serta menatanya. mungkin besok, jika anak semata wayang saya sudah mulai belajar mandiri, saya akan kembali menata ruang ini. sebab saya merindukan banyak hal yang biasa saya lakukan di sini.
untuk saat ini, saya hanya bisa menulis ini saja. saya mencintai ruang ini sama halnya seperti saya mencintai diri saya sendiri.
Juni 26, 2011
menemuimu, juni
aku menemuimu kembali, juni. kalimat-kalimat panjang telah kusiapkan untuk pertemuan kita yang singkat. tapi nyatanya aku masih juga seperti dulu. tak pandai mengucapkan kata-kata, hingga yang sampai padamu hanyalah helaan nafas yang tertahan.
aku merindukanmu, juni. seperti kurindukan juga deras air terjun di ketinggian itu, atau debur ombak pada karang di sebuah pantai. aku merindukanmu dengan atau tanpa kata-kata.
aku menemuimu kembali, juni. kalimat-kalimat panjang telah kusiapkan untuk pertemuan kita yang singkat. tapi nyatanya aku masih juga seperti dulu. tak pandai mengucapkan kata-kata, hingga yang sampai padamu hanyalah helaan nafas yang tertahan.
aku merindukanmu, juni. seperti kurindukan juga deras air terjun di ketinggian itu, atau debur ombak pada karang di sebuah pantai. aku merindukanmu dengan atau tanpa kata-kata.
Januari 23, 2011
hanya untukmu
mari, dekap ibumu, nak...
tak perlu ragu, sebab hanya dalam pelukanku, kamu akan selalu nyaman. menangislah yang kencang, dengan begitu kamu bisa berteriak lantang. tersenyumlah pada semua orang, sebab mereka akan memberimu energi yang positif jika kamu tersenyum, tapi tidak jika sebaliknya. tertawalah, sebab kebahagiaan ada di mana saja, selagi kamu bisa menjaganya.
mari, peluk ibumu, nak...
sebab cinta ini hanya untukmu...
mari, dekap ibumu, nak...
tak perlu ragu, sebab hanya dalam pelukanku, kamu akan selalu nyaman. menangislah yang kencang, dengan begitu kamu bisa berteriak lantang. tersenyumlah pada semua orang, sebab mereka akan memberimu energi yang positif jika kamu tersenyum, tapi tidak jika sebaliknya. tertawalah, sebab kebahagiaan ada di mana saja, selagi kamu bisa menjaganya.
mari, peluk ibumu, nak...
sebab cinta ini hanya untukmu...
Januari 05, 2011
Selamat Datang 2011, Selamat Tinggal 2010
tak terasa tahun sudah berganti lagi. seperti masih kemarin memasuki kota baru yang sebetulnya sudah lama dikenal. seperti baru kemarin merasakan mual-mual yang teramat sangat, karena ada yang sedang tumbuh dalam rahim. seperti baru kemarin merasakan bagaimana rasanya kau keluar, menangis dan tertawa pada dunia. seperti baru kemarin menyusuri kota-kota, berjalan di dalamnya serupa pelancong. seperti baru kemarin aku menemukanmu.
tapi waktu, dia begitu pandai menipu. seperti terlena, aku begitu saja terseret pada pusaran arusnya yang kuat. lalu tersadar di ujung desember yang hangat.
ya, kini ada kau, nak. kita memasuki tahun yang baru bersama-sama. kita akan sama-sama belajar bagaimana menghadapi hidup. kita akan belajar mengeja kata demi kata dari kehidupan. kita akan selalu belajar dan belajar. dan yang terpenting, kita akan selalu bersama, sampai kelak kau bisa menentukan hidupmu sendiri. nasibmu sendiri.
desember telah pergi. kini kita bersama januari. semoga di tahun ini, kita bisa belajar lebih banyak lagi. agar kita bisa lebih pandai mensyukuri hidup. cepatlah besar, nak. sehatlah selalu. karena aku mencintaimu!
tak terasa tahun sudah berganti lagi. seperti masih kemarin memasuki kota baru yang sebetulnya sudah lama dikenal. seperti baru kemarin merasakan mual-mual yang teramat sangat, karena ada yang sedang tumbuh dalam rahim. seperti baru kemarin merasakan bagaimana rasanya kau keluar, menangis dan tertawa pada dunia. seperti baru kemarin menyusuri kota-kota, berjalan di dalamnya serupa pelancong. seperti baru kemarin aku menemukanmu.
tapi waktu, dia begitu pandai menipu. seperti terlena, aku begitu saja terseret pada pusaran arusnya yang kuat. lalu tersadar di ujung desember yang hangat.
ya, kini ada kau, nak. kita memasuki tahun yang baru bersama-sama. kita akan sama-sama belajar bagaimana menghadapi hidup. kita akan belajar mengeja kata demi kata dari kehidupan. kita akan selalu belajar dan belajar. dan yang terpenting, kita akan selalu bersama, sampai kelak kau bisa menentukan hidupmu sendiri. nasibmu sendiri.
desember telah pergi. kini kita bersama januari. semoga di tahun ini, kita bisa belajar lebih banyak lagi. agar kita bisa lebih pandai mensyukuri hidup. cepatlah besar, nak. sehatlah selalu. karena aku mencintaimu!
Juli 30, 2010
sebentar lagi, seseorang akan datang pada kami, dia, tentu saja dengan senyum mungilnya atau mungkin tangis pertamanya, akan membawa kami pada sebuah kesadaran, bahwa cinta bukan saja milik kami berdua, tapi menjadi milik kami bertiga.
semakin hari, semakin ada yang lincah bergerak, diam-diam meyakinkan kami, bahwa segalanya akan baik-baik saja. tak perlu ada yang dikhawatirkan atau ditakuti. sebab kehadirannya justru akan membawa kami pada hidup yang lebih indah.
kami kini menunggu detik-detik paling mendebarkan itu...
semakin hari, semakin ada yang lincah bergerak, diam-diam meyakinkan kami, bahwa segalanya akan baik-baik saja. tak perlu ada yang dikhawatirkan atau ditakuti. sebab kehadirannya justru akan membawa kami pada hidup yang lebih indah.
kami kini menunggu detik-detik paling mendebarkan itu...
Mei 02, 2010
hitam putih
lama sekali tak menulis di sini. tak lagi kuingat apa saja yang telah lewat. terlalu banyak peristiwa. terlalu banyak cerita. masa-masa yang panjang tanpa catatan adalah masa-masa bagaimana aku memutuskan mengambil satu pilihan untuk hidupku. kamu.
lalu hari-hari bersamamu tiba-tiba serupa hujan. meluncur begitu saja. namun selalu ada yang tersisa dari hujan. bau tanah. aroma daun. semuanya masih melekat dalam ingatan. dan hari ini, kita memasuki rumah baru, pada halamannya ada lidah buaya, sirih, juga pohon jambu. besok aku ingin menambahkan bunga-bunga aneka warna, agar kita bisa melihat bahwa hidup tidak melulu hitam dan putih saja.
lama sekali tak menulis di sini. tak lagi kuingat apa saja yang telah lewat. terlalu banyak peristiwa. terlalu banyak cerita. masa-masa yang panjang tanpa catatan adalah masa-masa bagaimana aku memutuskan mengambil satu pilihan untuk hidupku. kamu.
lalu hari-hari bersamamu tiba-tiba serupa hujan. meluncur begitu saja. namun selalu ada yang tersisa dari hujan. bau tanah. aroma daun. semuanya masih melekat dalam ingatan. dan hari ini, kita memasuki rumah baru, pada halamannya ada lidah buaya, sirih, juga pohon jambu. besok aku ingin menambahkan bunga-bunga aneka warna, agar kita bisa melihat bahwa hidup tidak melulu hitam dan putih saja.
